Analisis

Unit 1 & 2: Sembako + Simpan Pinjam

Unit 1 — Sembako CASH COW
Benchmark
e-Choupal India: +20% pendapatan petani, 6.500 desa — model proven
Model
Bulog/Bapanas → Kopdes → Konsumen (2 tahap, bukan 6 tahap)
Stack Digital
POS QRIS Inventory API Bulog Price Monitoring
Rp200 M/bln
Target omzet 2029
<2%
Target shrinkage
Prioritas: Fase 1 — paling proven, mulai sekarang
Unit 2 — Simpan Pinjam ENABLER + RISIKO
Benchmark
Grameen Bank: NPL 3% via model kelompok — tanggung jawab bersama
Model
Hybrid — tabungan kopdes + pinjaman via BRI AgenBRILink (channeling)
Stack Digital
AgenBRILink Kredit Scoring Fraud Detection e-KYC
<5%
Target NPL 2029
Rp1,2 T
BRI salur Sep 2025
⚠️ Model kelompok Grameen wajib diadopsi → tanggung jawab bersama anggota
Unit simpan pinjam adalah bom waktu jika NPL tidak dikawal. BRI menyalurkan Rp1,2 T ke 306 koperasi (Sep 2025) — skalanya akan 270× lebih besar saat 82.780 kopdes aktif.
Sembako = cash cow. Simpan pinjam = enabler sekaligus risiko terbesar. Keduanya harus aktif di Fase 1 — tapi manajemen NPL simpan pinjam harus dibangun sebelum disbursement masif dimulai.