Analisis
Cost-Benefit Analysis — Kalkulasi Investasi Kopdes MP
Biaya (Cost)
Pinjaman Fisik Himbara
Rp248 T
Kopdes yang membayar — bukan APBN. Cicilan Himbara ~Rp41 juta/bulan per kopdes.
APBN Langsung
Rp10–15 T
Pelatihan SDM + internet + pengembangan & operasional SIMKOPDES
Opportunity Cost
4–5 Tahun
Implementasi penuh — modal produktif desa terikat ke dalam program selama periode ini
Manfaat Terukur (Benefit)
Efisiensi Rantai Pasok
Margin kembali ke petani — rantai 6 tahap dipotong menjadi 2 tahap
Cold Storage Shrinkage 30% → 5%
Nilai panen diselamatkan ~Rp50–80 T/tahun
Lapangan Kerja Baru
330K – 660K
operator, kasir, admin keuangan, driver logistik desa
Perputaran Ekonomi Desa 2029 ⚠ asumsi belum diverifikasi
80% × 82.780 × Rp500 juta/bln = Rp33 T/bulan
Rp500jt/bln = asumsi dasar. Jika aktual Rp300jt → hanya Rp20T/bln. Lihat sensitivity analysis →
Break Even Analysis
Cicilan Himbara Rp41 juta/bln = hanya 8% dari omzet Rp500 juta = LAYAK jika target BEP tercapai
Realita Mei 2026: hanya ~5% BEP. NPL exposure ~Rp186T (full default) atau Rp85,96T (
Celios, partial default). Asumsi Rp500jt/bln harus divalidasi dari data 1.061 kopdes aktif sekarang.
→ Sensitivity analysis di S40.
Investasi layak jika target BEP tercapai. Ini yang harus dikawal ketat. Rasio biaya-manfaat sangat positif di skenario optimis — tapi risiko bawah juga sangat besar jika implementasi gagal.