Analisis
Stakeholder Map — Power / Interest Matrix
High Power / Low Interest
Keep Satisfied
- ⭐ Presiden/Polhukam
- ⭐ Kemenkeu
- ⭐ DPR
PRIORITAS
High Power / High Interest
Manage Closely
- ⭐ Kemenkop
- ⭐ Himbara
- ⭐ Telkom
- ⭐ Kemkomdigi
- ⭐ Kemendagri
Low Power / Low Interest
Monitor
- • Vendor swasta
- • NGO / ICCI
- • Media
SERING DIABAIKAN
Low Power / High Interest
Keep Informed
- ⭐ Pengurus Kopdes
- ⭐ Warga / Anggota
- ⭐ Petani / UMKM
- ⭐ BUMDes existing
INTEREST (Kepentingan)
KUD Trauma — Mengapa Warga Skeptis
- ✗1998: 7.000+ koperasi tutup. Rp2,3T dana anggota hilang.
- ✗Asosiasi publik: kopdes = KUD = korupsi + bangkrut.
- ✗~50.000 BUMDes aktif merasa dikanibal oleh kopdes yang didirikan tiba-tiba via PP 2/2025.
- ✗Pengurus kopdes ditunjuk top-down — bukan dipilih warga. Legitimasi lemah sejak hari pertama.
4 Taktik Mitigasi Resistensi
- 1.Rebranding bukan koperasi: Posisikan sebagai "unit bisnis digital desa" — bukan warisan KUD.
- 2.BUMDes first: Desa yang sudah punya BUMDes aktif — opsi konversi/integrasi, bukan ganti paksa.
- 3.Transparansi real-time: SIMKOPDES laporan keuangan publik — warga bisa cek via HP kapan saja.
- 4.Pilih pengurus dari bawah: Musyawarah desa pilih pengurus — bukan penunjukan Kemenkop.
Program menyentuh 82.780 desa tanpa strategi komunikasi grassroots = replikasi kegagalan KUD 1998. Taktik 1–4 di atas bukan soft skill — ini prasyarat adopsi di lapangan yang harus ada di desain program sebelum peluncuran masif.